Periode Emas Pertumbuhan Anak

          Untuk mengetahui secara menyeluruh tumbuh kembang anak, sebaiknya para orangtua mengetahui etrlebih dahulu tentang tumbuh dan kembang anak. Tumbuh meliputi bertambahnya ukuran fisik (tambah tinggi, tambah gemuk, tambah besar). Karena bersifat kuantitatif, maka selnya bertambah banyak. Yang dinilai adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Kalau semua ini bertambah besar, itu disebut tumbuh.

          Kalau kembang berarti bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tumbuh. Contoh, anak bisa duduk, merangkak, lalu bisa berdiri. “Jadi, tumbuh dan kembang bukan sesuatu yang sama. Tumbuh besarnya saja, dan kembang adalah kemampuannya,”jelas dr. Herbowo AF Soetomenggolo, SpA dari RSIA Hermina Jatinegara. Idealnya, anak bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya.

          Pada tumbuh dan kembang terdapat periode keemasan tiga tahun. Kalau mau melihat perkembangan yang baik, kata dr. Herbowo, bisa dilihat pada tiga tahun pertama melalui latihan berbicara, merangkak, memegang, berdiri, berjalan, melompat-lompat, dan lainnya. Perkembangan awal dari otak merupakan penentu ke perkembangan berikutnya, dan mempunyai tahap-tahap yang berurut.

          Karena perkembangan anak tidak sama dengan anak lainnya, maka kurangi kebiasaan membanding-bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Hindari juga kebiasaan menggendong anak di saat anak masuk dalam tahap belajar merangkak di lantai.

          Bila dalam periode ini si anak tidak dilatih sebagaimana pertumbuhan anak menjelang usia tiga tahun, maka pertumbuhan normal akan terlewatkan dan akan jadi jelek dibandingkan dengan anak yang melalui latihan sesuai tahapan berurut.

          Secara medis, menurut dr. Herbowo perkembangan otak anak dimulai sejak masih janin usia enam bulan hingga bayi berusia tiga tahun. Ibu hamil dianjurkan rajin melakukan stimulasi (mengelus-elus perutnya sambil mendengarkan lagu-lagu klasik atau lagu merdu lainnya).

          Di dalam otak terdapat jutaan saraf yang satu sama lain saling menyambung. Apabila salah satu sambungan jelek, maka tidak akan memberi reaksi terhadap stimuli yang ada di sekitarnya. Makin banyak sambungan yang rusak, akan membuat kemampuan anak menurun. Faktor yang memengaruhi sambungan saraf antara lain Mielin (zat besi, lemak, kolesterol) dan Sel Otak (DHA, ARA, Gangliosida). Unsur-unsur ini semuanya terdapat dalam ASI.

Orangtua dihimbau memerhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir hingga usia tiga tahun. Salah satu kelainan yang gampang dideteksi adalah ketidakmampuan berbicara pada usia satu hingga dua tahun. Dan kalau ditemukan, segera bawa ke dokter sebelum terlambat.

Untuk mengetahui perkembangan anak hingga usia tiga tahun, harus melihat perkembangan motorik kasar (contohnya tidur, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, berlari), motorik halus (contoh: bayi yang memegang, meremas-remas mainan manik-manik), bahasa (berbicara), dan personasosial (mencontoh apa yang dilihat atau didengar).

Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dilihat dari faktor internal (genetik, ras, usia, jenis kelamin) dan eksternal (gizi, penyakit, lingkungan tempat tinggal, stimulasi). Sedangkan kebutuhan dasar anak mencakup asah (cara mengajar anak), asih (kebutuhan kasih sayang anak), asuh (kebutuhan makan dan minum anak). Orangtua wajib memberikan kebutuhan dasar ini ke anaknya dalam rangka tumbuh kembang yang sehat. –Sumber: Anton/MK Hermina edisi 10-