Perawatan Saluran Akar Gigi (Endodontic)

Perawatan Saluran Akar Gigi (Endodontic)




Menurut WHO (Word Health Organozation) prevalensi kasus penyakit gigi yang terbanyak terdapat di Asia dan Amerika Latin.

Pada data yang dihimpun oleh kementrian kesehatan RI menunjukan prevalensi karies gigi mencapai angka 80% dari populasi dan ada pada peringkat ketujuh sebagai penyakit rawat jalan yang paling banyak dijumpai.

Karies gigi adalah penyakit  demineralisasi enamel dan dentin karena dirusak oleh asam dari sisa makanan atau minuman yang mengandung gula. Seiring berjalanya waktu, asam tersebut membentuk rongga (cavitas) pada gigi.

Bakteri di dalam mulut menyebabkan penyakit yang disebabkan oleh asam yang terbentuk sewaktu bakteri bekerja bersama karbohidrat dan glukosa yang mudah terurai di dalam mulut. Proses pembentukan asam ini merupakan suatu reaksi kimia berantai. Asam yang terbentuk mampu melarutkan email gigi.

Proses terjadinya karies gigi

  1. Bakteri dalam mulut bersama  makanan dan minuman yang tertinggal di gigi menghasilkan asam yang dapat menghancurkan email.

  2. Jika email tidak dapat diperbaharui oleh tubuh maka asam akan menembus dentin.

  3. Jika kerusakan menembus pulpa maka gigi akan mulai terasa sakit.

  4. Bakteri dari mulut masuk ke saluran pulpa gigi ini yang menyebabkan infeksi dan dapat menimbulkan pembengkakan.




Perawatan saluran akar gigi perlu dilakukan jika terjadi infeksi dan mengenai saraf pulpa gigi. gigi tersebut  dipertahankan dengan perawatan saluran akar yang bertujuan untuk membersihkan seuruh bakteri yang masuk ke dalam gigi dan saluran akar.

Perawatan saluran akar biasanya dilakukan dalam beberapa kali kunjungan untuk memastikan bahwa gigi tersebut sudah steril (bebas dari bakteri). Bila gigi sudah tidak ada keluhan, selanjutnya gigi tersebut dapat dilakukan pengisian secara permanen di dalam saluran akar serta penambalan yang permanen atau bila diperlukan dibuat crown gigi. Sehingga gigi dapat kembali kebentuk dan fungsi yang optimal.

Seringkali pasien yang sedang melakukan perawatan tidak datang kembali untuk menyelesaikan perawatanselajutnya karena merasa gigi sudah tidak sakit lagi, padahal perawatan belum selesai. Dampaknya bila perawatan belum selesai tapi perawatan dihentikan, suatu saat dapat terjadi infeksi berulang dan merasa sakit kembali bahkan terjadi pembengkakan.

Oleh karena itu pasien yang melakukan perawatan saluran akar diharapkan mengikuti jadwal kunjungan perawatan hingga selesai agar perawatan saluran akar berhasil secara optimal.

                                                           -drg Inajati Sp.KG /RS Hermina Banyumanik-


Riwayat Pendidikan :

Sarjana Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta

Profesi Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Jakarta

Beasiswa PPDGS Kementrian Kesehatan RI angkt XII Program studi Konservasi Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta


Jadwal Praktek drg Inajati Sp.KG  :

Senin    : 16.00-18.00 Wib

Jum'at  : 16.00-18.00 Wib


Call Centre : 1500488

www.herminahospitals.com