Tanda Anak Sehat

Tanda Anak Sehat

Anak bukanlah dewasa kecil, karena anak mempunyai ciri khas yang berbeda dengan orang dewasa. Anak mempunyai ciri yang khas, yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak saat konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Dengan demikian,  anak yang sehat adalah anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan usianya, baik secara fisik, mental, emosi, maupun sosial. Anak yang sehat tumbuh dan berkembang dengan baik akan menjadi manusia dewasa yang sehat, berguna bagi keluarga maupun nusa dan bangsa.

 

Tumbuh yang peristiwanya disebut pertumbuhan adalah proses yang berhubungan dengan bertambah besarnya ukuran fisik. Proses pertumbuhan dapat diamati dengan adanya perubahan-perubahan pada besar dan bentuk yang dinyatakan dalam nilai-nilai ukuran tubuh, misalnya berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, dan sebagainya.

 

Kembang yang peristiwanya disebut perkembangan adalah proses yang berhubungan dengan fungsi organ atau alat karena terjadinya pematangan. Proses tersebut dapat diamati dengan bertambahnya kepandaian, keterampilan dan perilaku (afektif). Bagaimana kita menilai apakah seorang anak itu sehat atau tidak? Menilai seorang anak itu sehat atau tidak berarti kita menilai apakah pertumbuhannya optimal sesuai umur atau tidak, dan apakah perkembangannya sesuai dengan tahapan perkembangan atau tidak.

 

Pertumbuhan anak dapat dimonitoring dengan kurva pertumbuhan. Dengan memflot berat badan terhadap umur dan berat badan terhadap tinggi badan, kita bisa menilai seorang anak pertumbuhannya sesuai dengan umur, mengalami kurang gizi, atau bahkan mengalami obesitas.  Gambar di bawah ini merupakan satu contoh kurva pertumbuhan anak perempuan berdasarkan berat badan terhadap umur.

 

 Perkembangan anak merupakan hasil dari kematangan organ-organ tubuh, terutama susunan saraf pusat. Perkembangan dipengaruhi oleh lingkungan biofisikpsikososial dan faktor genetik. Dalam perkembangan terdapat berbagai tahapan yang harus dilalui anak menuju usia dewasa. Tahapan yang terpenting adalah 3 tahun pertama karena pada 3 tahun pertama ini tumbuh kembang berlangsung dengan pesat dan menentukan masa depan anak kelak. Perkembangan anak meliputi perkembangan fisik, kognitif, emosi, bahasa, motorik.

 

Berikut contoh tahapan perkembangan anak:

 

Dari lahir sampai 3 bulan :

  • Belajar mengangkat kepala
  • Belajar mengikuti obyek dengan matanya.
  • Melihat ke muka seseorang dan tersenyum.
  • Bereaksi terhadap suara.
  • Mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan kontak.
  • Menahan barang yang dipegangnya.
  • Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh.

 

Dari 3 bulan sampai 9 bulan:

  • Mengangkat kepala  90o dan mengangkat dada dengan bertopang tangan.
  • Mulai belajar meraih benda-benda yang ada di jangkauannya atau di luar jangkauannya.
  • Menaruh benda-benda di mulutnya.
  • Berusaha memperluas lapangan pandangan.
  • Tertawa dan menjerit karena gembira bila diajak bermain.
  • Mulai berusaha mencari benda-benda yang hilang.

 

Dari 6 bulan sampai 9 bulan:

  • Dapat duduk tanpa dibantu.
  • Dapat tengkurap dan berbalik sendiri.
  • Dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang.
  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lainnya.
  • Memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.
  • Bergembira dengan melempar benda-benda.
  • Mengeluarkan kata-kata yang tanpa arti.
  • Mengenal muka anggota keluarga dan takut kepada orang asing.
  • Mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk tangan dan sembunyi-sembunyian.

 

Dari 9 sampai 12 bulan:

  • Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu.
  • Dapat berjalan dengan dituntun.
  • Menirukan suara.
  • Mengulang bunyi yang didengarnya.
  • Belajar mengatakan satu atau dua kata.
  • Mengerti perintah sederhana/larangan.
  • Memperlihatkan minat yang besar dalam mengeksplorasi sekitarnya, ingin melihat semuanya, ingin menyentuh apa saja dan memasukkan benda-benda ke mulutnya.
  • Berpartisipasi dalam permainan.

 

Dari 12 sampai 18 bulan:

  • Berjalan dan mengeksplorasi rumah serta sekeliling rumah.
  • Menyusun 2 atau 3 balok.
  • Dapat mengatakan 5-10 kata.
  • Memperlihatkan rasa cemburu dan rasa bersaing.

 

Dari 18 sampai 24 bulan:

  • Naik turun tangga.
  • Menyusun 6 kotak.
  • Menunjuk mata dan hidungnya
  • Menyusun 2 kata
  • Belajar makan sendiri.
  • Menggambar garis pada kertas atau pasir.
  • Mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil.
  • Menaruh minat kepada apa yang dikerjakan oleh orang yang  lebih besar.
  • Memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka.

 

Dari 2 sampai 3 tahun:

  • Belajar meloncat, memanjat, melompat dengan satu kaki.
  • Membuat jembatan dengan 3 kotak.
  • Mampu menyusun kata-kata saya, bertanya. Mengerti kata-kata yang ditunjuk kepadanya.
  • Menggambar lingkaran.
  • Bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya.

 

Dari 3 sampai 4 tahun:

  • Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga.
  • Berjalan pada jari kaki.
  • Belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri.
  • Menggambar garis silang.
  • Menggambar orang hanya kepala dan badan.
  • Mengenal 2 atau 3 warna.
  • Bicara dengan baik.
  • Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya.
  • Banyak bertanya.
  • Mengenal sisi atas, sisi bawah, sisi muka, sisi belakang.
  • Mendengarkan cerita-cerita.
  • Bermain dengan anak lain.
  • Menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya.
  • Dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

 

Dari 4 sampai 5 tahun:

  • Melompat dan menari.
  • Menggambar orang dengan kepala, lengan dan badan.
  • Menggambar segiempat dan segitiga.
  • Pandai bicara.
  • Dapat menghitung jarinya.
  • Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu.
  • Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan cerita.
  • Minat kepada kata baru dan artinya.
  • Memprotes bila dilarang apa yang diinginkannya.
  • Mengenal warna.
  • Memperkirakan bentuk dan besarnya benda-benda, membedakan besar dan kecil.
  • Menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa.

 

Supaya anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dibutuhkan:

  1. Kesehatan dan gizi yang baik sejak di dalam kandungan, bayi dan anak prasekolah.
  2. Stimulas dan rangsangan yang cukup dalam kualitas dan kuantitas. –dr. Rahayu, SpA,M.Kes/RS Hermina Sukabumi