Hepatitis A pada Anak Seringkali tanpa Gejala

Hepatitis A pada Anak Seringkali tanpa Gejala

Kemunculannya seringkali tanpa gejala. Bila pun muncul, gejala Hepatitis tidak seperti gejala penyakit-penyakit berat lainnya. Anak hanya akan terlihat mengalami lemas, lesu, sesekali disertai rasa mual dan muntah. Padahal bisa jadi saat itu anak tengah menjalani masa inkubasi virus Hepatitis A di tubuhnya.

Lantas bagaimana seharusnya kita, khususnya para orang tua mencegah anak terjangkit Hepatitis A? Beberapa waktu lalu, Redaksi berkesempatan berbincang dengan dr. Arief Gunadi, SpA, Dokter Spesialis Anak RS Hermina Podomoro, Jakarta, yang mengajak kita untuk memahami lebih dalam seluk-beluk Hepatitis A pada anak.



Di Indonesia, apakah kasus Hepatitis A pada anak sudah termasuk dalam fase yang mengkhawatirkan?


Untuk lingkup negara berkembang, Indonesia memang termasuk Negara dengan sanitasi yang kurang baik. Hal ini tentu mendorong cukup besarnya angka kejadian Hepatitis A pada anak.


Secara rutin dari tahun ke tahun, Hepatitis A termasuk ke dalam penyakit dengan status Kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Indonesia, walaupun tidak sampai menimbulkan angka kematian.


Apa yang menyebabkan Hepatitis A pada anak cukup marak terjadi?


Yang utama tentu karena rendahnya awareness orang tua dalam memahami gejala yang terjadi. Masalahnya, Hepatitis A memiliki gejala awal yang sangat mirip dengan penyakit ringan lain seperti virus saluran pencernaan. Anak hanya mengalami lemah, lesu, terkadang disertai mual, muntah, sakit perut dan diare.


Di fase ini kotorannya sudah mengandung virus dan dapat menularkan ke orang lain. Pada fase yang lebih lanjut, baru terlihat gejala yang lebih spesifik seperti kulit kuning dan kencing berwana teh. Dan di fase ini biasanya orang tua baru membawa anaknya ke dokter


Adakah penggolongan berdasarkan usia berapa anak paling rentan terjangkit Hepatitis A?


Secara umum, semua kelompok anak rentan terjangkit. Namun dari banyak literasi dan pengamatan, anak usia di bawah 6 tahun adalah kelompok yang paling rentan. Hal itu disebabkan karena perilaku mereka sebagai anak-anak yang belum paham benar tentang kebersihan.


Maksudnya perilaku yang bagaimana?


Begini, penyebaran utama virus Hepatitis A adalah melalui fecal-oral. Artinya, penularan melalui makanan atau air yang sudah terkontaminasi kotoran dari penderita Hepatitis A. Anak-anak terutama golongan di bawah 6 tahun seringkali mengonsumsi makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.


Dari penggolongan usia tersebut, apakah mereka memiliki gejala yang sama bila terjangkit virus Hepatitis A?


Untuk anak usia di atas 6 tahun, sekitar 70% gejalanya bisa lebih terlihat jelas. Anak usia di bawah itu kebanyakan tidak menimbulkan gejala meskipun terinfeksi oleh virus Hepatitis A.


Lantas bagaimana cara mengetahui apakah anak terjangkit atau tidak?


Tentu dengan cek laboratorium. Dokter akan melakukan cek darah untuk mencari protein (antibodi) yang diproduksi oleh tubuh sebagai reaksi dari virus Hepatitis A.


Berapa lama waktu inkubasi virus Hepatitis A di dalam tubuh penderita?


Biasanya sekitar 28 hari. Di rentang waktu ini yang terlihat adalah gejala-gejala minor seperti lemas dan hilangnya nafsu makan. Setelah fase itu baru terlihat gejala yang lebih berat, seperti mata dan kulit yang menguning.


Biasanya apa saja proses yang dilakukan Dokter untuk menyembuhkan pasien Hepatitis A?


Kita harus lihat dulu pasien sudah berada di fase mana. Kalau memang masih di tahap awal, tidak perlu dengan rawat inap. Yang utama adalah mengontrol gejalanya seperti mengembalikan nafsu makan dan mengurangi muntah-muntah. . Namun bila sudah masuk fase gejala yang berat dan tidak menunjukkan perbaikan, maka tidak tertutup kemungkinan untuk dilakukan rawat inap.


Untuk lamanya proses pemulihan, biasanya pasien akan sembuh setelah dua minggu, walau ada juga kasus yang membutuhkan waktu lebih dari itu. Semua tergantung tingkat imunitas pasien juga.


Terakhir, ada pesan yang ingin Anda sampaikan bagi para orang tua untuk mencegah anak-anak mereka terjangkit Hepatitis A?


Yang pertama tentu saja vaksin. Dengan melakukan vaksinasi, tingkat kekebalan anak dari virus Hepatitis A bisa mencapai lebih dari 90%. Kedua, bila makan di luar, pilihlah makanan yang dimasak secara kontinu dan panas. Virus Hepatitis A bisa bertahan lama di luar, namun akan mati bila dimasak dengan suhu yang panas,


Ketiga, perhatikan kebersihan tangan. Menjaga kebersihan tangan dampaknya sangat besar untuk meminimalisir penyebaran virus.



dr. Arief Gunadi, Sp.A 

(Dokter Spesialis Anak RS Hermina Podomoro)



Jadwal Praktek :

Senin, Rabu, Jum’at : 08.00 – 12.00 Wib

Selasa dan Kamis : 08.00 – 12.00 Wib dan 18.00 – 20.00 Wib

Sabtu : 08.00 – 12.00 Wib dan 13.00 – 15.00 Wib



Nomor Telepon : 021-6404910

www.herminahospitals.com